HARI INI AKU TAHU APA ITU KASIH
Apakah kalian tau apa itu kegiatan Saint Mary Way? Apakah kalian tau apa tujuan dari kegiatan Saint Mary Way? Jika kalian belum tau, pada artikel ini kita akan mengenal apa itu kegiatan Saint Mary Way. Selain itu kita akan mengenal tujuan dan nilai-nilai Bunda Maria apa yang terkandung pada kegiatan Saint Mary Way ini. Pada artikel kali ini, kita juga akan mengerti mengapa kita harus meneladani nilai-nilai dari Bunda Maria. Jadi tanpa berlama-lama mari kita mengenal apa itu Saint Mary Way.
Saint Mary Way adalah salah satu kegiatan kokurikuler yang di selenggarakan oleh SMP Santa Maria Bandung. Kegiatan Saint Mary Way ini mengajak kita untuk meneladani dan menemukan nilai-nilai Bunda Maria dalam diri kita dan juga mengajarkan kita mengasihi sesama kita sebagai manusia. Kegiatan ini ditujukan untuk para siswa dan siswi SMP Santa Maria. Dengan adanya kegiatan ini siswa akan semakin mengenal hal-hal baik di dalam dirinya sendiri. Saint Mary Way juga dapat mengembangkan diri kita karena dengan melakukan hal-hal baik kita juga akan di anggap baik di lingkungan sekitar kita.
Pada kegiatan Saint Mary Way ini kita diajak untuk belajar kasih. Kita di ajak untuk membuat pelayanan ke tempat-tempat atau kegiatan-kegiatan yang berada di lingkungan kita. Seperti misdinar, lektor, organis, koor lingkungan, doa lingkungan, sekolah minggu, berkunjung ke panti wredha, dan berkunjung ke panti asuhan.
“Saint Mary Way” bukan sekadar program kokurikuler atau kunjungan sosial biasa bagi siswa-siswi SMP Santa Maria kegiatan ini adalah sebuah jalan spiritual dan praktis, sebuah kesempatan emas untuk mengaplikasikan nilai-nilai inti yang diteladankan oleh Bunda Maria kerendahan hati, pelayanan tanpa pamrih, dan kasih yang tulus ke dalam kehidupan nyata. Mengingat pengalaman berharga yang terjadi di Panti Wredha Nazareth kegiatan ini membuktikan bahwa cinta kasih dapat diwujudkan melalui tindakan kecil yang memiliki dampak spiritual besar, baik bagi pemberi maupun penerima.
Jalan Kerendahan Hati dan Pelayanan
Inti dari Saint Mary Way adalah kerendahan hati. Dalam dunia yang serba kompetitif dan berorientasi pada pencapaian, kerendahan hati sering kali terabaikan. Namun, di panti jompo, nilai ini menjadi landasan. Para siswa ditugaskan untuk melakukan pekerjaan sederhana, seperti menyiapkan makanan dan minuman, atau bahkan menyuapi para nenek. Awalnya mungkin terasa canggung atau bahkan menimbulkan rasa gugup, seperti yang dirasakan saat pertama kali menyuapi seorang nenek. Namun, ketegangan itu segera luruh digantikan oleh kebahagiaan sejati yang terpancar dari senyum nenek yang dilayani. Pengalaman ini mengajarkan bahwa pelayanan sejati tidak terletak pada kemewahan tindakan, melainkan pada ketulusan hati saat melakukannya. Kerendahan hati yang meniru Bunda Maria, yang menyebut dirinya hamba Tuhan, termanifestasi dalam kesediaan siswa untuk melayani sesama dengan tangan terbuka.
Pelayanan yang paling berharga sering kali bukanlah materi, melainkan kehadiran emosional. Di Panti pelayanan terwujud dalam interaksi antar-generasi. Kegiatan dimulai dengan doa bersama, diikuti dengan menyanyikan lagu-lagu rohani yang membawa keceriaan dan kedamaian.
Momen berbagi cerita, duduk bersama, dan mendengarkan kisah masa muda para nenek menjadi inti dari kunjungan ini. Ini adalah hadiah berupa waktu dan perhatian yang tak ternilai harganya. Dalam keheningan obrolan santai, para nenek—yang mungkin sering merasa kesepian—kembali merasakan diri mereka dilihat, didengar, dan dihargai. Permainan kartu sederhana menjadi arena kegembiraan yang luar biasa; mata para nenek terlihat semangat mereka membara, seolah waktu kembali muda. Dalam momen-momen inilah terjadi pertukaran energi yang magis: kaum muda memberikan vitalitas dan kegembiraan, sementara para lansia memberikan kebijaksanaan dan perspektif hidup. Salah satu nasihat yang didengar, bahwa kita harus percaya kepada Tuhan karena siapa pun yang percaya akan dikasihi oleh-Nya, adalah permata spiritual yang diberikan langsung dari pengalaman hidup yang panjang.
JUDGE:
Melalui kegiatan Saint Mary Way, para siswa tidak hanya melakukan "perbuatan baik," tetapi mereka merasakan kebaikan itu. Mereka menemukan bahwa kebahagiaan terbesar datang dari memberi, dan bahwa cinta kasih memiliki siklus timbal balik: kebahagiaan yang kita berikan akan kembali kepada kita. Pemahaman bahwa kita dapat menunjukkan kasih kepada orang lain melalui hal-hal kecil adalah pelajaran hidup yang jauh lebih berharga daripada teori apa pun di kelas. Ini adalah pendidikan karakter yang sesungguhnya.
Saint Mary Way adalah contoh bagaimana kurikulum sekolah dapat dihubungkan langsung dengan aksi pelayanan. Ini menunjukkan bahwa menjadi cerdas tidaklah cukup; seseorang juga harus memiliki hati yang penuh kasih. Kunjungan satu kali ke panti jompo mungkin terasa singkat, tetapi harapannya adalah agar nilai-nilai yang dipetik kerendahan hati, kasih, dan kesediaan untuk melayani akan menjadi benih yang berakar kuat di hati para siswa. Pada akhirnya, Saint Mary Way adalah pengingat bahwa jalan menuju kesempurnaan rohani dimulai dari tindakan kasih dan pelayanan yang paling sederhana. Semoga nilai-nilai luhur Bunda Maria senantiasa menyertai dan membimbing setiap langkah hidup mereka, menjadikan mereka pribadi yang tidak hanya sukses secara akademis, tetapi juga kaya akan kasih dan kemanusiaan.
Terimakasih yang sudah membaca artikel ini. Mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan pada artikel kali ini. Semoga apa yang saya bagikan dapat bermanfaat dan menginspirasi bagi kita semua. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih.






Komentar
Posting Komentar